Tampilkan postingan dengan label poetry. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label poetry. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 Maret 2013

Ajari Aku



Kamu selalu mengajariku mengais-ngais masa lalu..
Memaksaku untuk kembali menyentuh kenangan..
Terdampar dalam bayang-bayang yang kau gurat secara sengaja..
Seakan-akan sosokmu nyata, menjelma menjadi sosok pahlawan kesiangan yang merusak kebahagianku..
Dalam kenangan kau seret aku perlahan menuju masa yang harusnya kulupakan..
Hingga aku kelelahan, hingga aku sadar bahwa aku sedang dipermainkan..
Inikah caramu menyakitiku ? 
Inikah caramu mencabik-cabik perasaanku ?
Apa dengan melihat tangisku itu berarti bahagia buatmu ?
Apa dengan menorehkan luka berarti kemenangan bagimu ?
Siapa aku di matamu hingga begitu sulit melepaskan aku dari jeratanmu ?
Apakah boneka kecilmu ini dilarang untuk bahagia ?
Apakah wayang yang sering kaumainkan ini dilarang untuk merasakan kebebasan ?
Mengapa kau selalu memperlakukan aku seperti mainan ?
Kapan kau ajari aku kebebasan ?


Ajari aku cara melupakan, meniadakan segala kecemasan, meniadakan segala kenangan ..
Nyatanya, derai air mataku ini hanya disebabkan olehmu !
Ajari aku cara melupakan, sehingga aku lupa caranya menangis, sehingga aku lupa caranya meratap ..
Karena aku selalu kenal air mata ..
Aku hanya ingin tertawa, sehingga hatiku mati rasa akan luka ..

Kamis, 28 Februari 2013

Tanpa Judul

Pelangi yang indah itu kini tertiup angin kencang,

Riuh,
Kabut hitam menampak di segala pandang
Dan sepi menusuk-nusuk tulang
Mengiris-iris daging ini
Menghentikan setiap aliran darah di penghujung sel-sel kaku
Hanyalah, air mata yang masih mengalir deras
Sementara detak jantung tak selaras lagi
Hati pun hanya menganga, melihat segala risau
Yang masih tersimpan rapi dalam bungkus harapan kado
Seakan tak pernah terbaca oleh matanya
Dan selalu,
Harus cukup puas dengan segala tangis yang entah hentinya
Sampai-sampai,
Alirannya telah menjadi lautan
Yang menenggelamkan kenestapaan
Tenggelam,
Segalanya telah tenggelam
Dan hati masih berpikir
Tentang jantung yang bertanya-tanya:
“Dimana aku akan bertemu siang dan malam lagi?”